Di sekitar kita tentu banyak menemui berbagai jenis batuan. Saking banyaknya jenis batuan, apakah Anda penasaran mengenai jenis-jenis batuan tersebut? Yuk simak ulasan lengkap mengenai berbagai jenis batuan berikut ini.
Sekumpulan dari berbagai mineral yang telah melalui berbagai proses kemudian kelamaan membeku dan mengeras disebut dengan batuan. Materi utama penyusun bumi adalah batuan itu sendiri namun dalam berbagai fase bentuk. Pembentukan batuan ini dapat berlangsung sangat lama, yakni ratusan hingga jutaan tahun lamanya.
Siklus batuan cukup panjang yang dimulai dari magma yang dingin dan membeku sehingga terbentuklah batuan beku. Proses selanjutnya adalah batuan beku tersebut lama kelamaan melapuk dan partikelnya bergerak berpindah tempat dan mengendap sehingga lama kelamaan menjadi batuan sedimen. Seiring berjalannya waktu, batuan sedimen ini mengalami perubahan struktur fisika dan kimia sehingga terbentuklah batuan metamorf. Batuan ini lama kelamaan tertimbun oleh material lain seperti debu, pasir, kerikil dan batuan lainnya sehingga lama kelamaan turun menuju pusat bumi dan cair oleh pertemuannya dengan magma kembali.
Batuan diklasifikasikan berdasarkan komposisi mineral, kimia, tekstur partikel dan proses pembentukannya. Berdasarkan pertimbangan tersebut, maka batuan dibagi menjadi 3 jenis yaitu batuan beku, batuan sedimen, dan batuan metamorf. Beberapa batuan tersebut masih dibagi lagi menjadi beberapa jenis.
Batuan Beku

Batuan beku merupakan suatu jenis batuan yang asal muasal terbentuknya dari magma bumi yang keluar ke permukaan bumi kemudian mengalami pendinginan dan lama-lama menjadi beku sehingga terbentuklah sebuah batuan. Biasanya jenis batuan ini letaknya berada di dalam lapisan kerak bumi. Sampai saat ini diperkirakan sudah ada 700 jenis batuan beku yang sudah teridentifikasi oleh para peneliti. Batuan beku dapat dibagi menjadi 3 jenis berdasarkan cara terbentuknya yaitu intrusif, ekstrusif, dan hypabyssal.
1. Batuan Beku Intrusif
Jenis batuan intrusif ini merupakan jenis batuan beku yang terbentuk dari proses pembekuan magma pada lapisan kerak bumi. Bentuk dan teksturnya terasa cukup kasar.
2. Batuan Beku Ekstrusif
Batuan ini merupakan salah satu jenis batuan beku yang terbentuk di atas permukaan kerak bumi. Proses ini diakibatkan karena adanya proses pencairan magma pada bagian dalam kerak bumi. Proses pembentukan batuan beku ekstrusif ini terjadi lebih cepat apabila dibandingkan dengan proses pembentukan batuan beku intrusif karena prosesnya terjadi di atas permukaan bumi sehingga dibantu oleh angin dan mempercepat proses pembekuannya.
3. Batuan Beku Hypabyssal
Jenis batuan ini terbentuk karena adanya proses naik turunnya magma pada kerak bumi. Batuan ini terbentuk di antara batuan vulkanik dan plutonik.
Batuan Sedimen

Batuan sedimen merupakan jenis batuan yang proses terbentuknya di atas permukaan bumi pada suhu dan tekanan yang rendah. Jenis ini merupakan batuan yang telah ada sebelumnya (batuan beku) namun mengalami proses pelapukan dan erosi kemudian terangkut berpindah tempat karena terbawa oleh air atau angin. Partikel hasil pelapukan yang terbawa tenaga air atau angin ini lama kelamaan akan berkumpul menjadi satu, mengendap, dan mengeras sehingga terbentuklah suatu batuan sedimen. Ada 4 jenis batuan sedimen yakni sebagai berikut:
1. Batuan Sedimen Klastik
Batuan ini terdiri atas partikel silikat dan fragmen batuan dengan pengangkutan menggunakan fluida atau cairan dan mengendap di tempat cairan tersebut berhenti.
2. Batuan Sedimen Biokimia
Susunan batuan ini terdiri atas berbagai organisme seperti mikroorganisme yang ikut mengangkut material batuan yang telah melalui sebelumnya kemudian terkumpul dan mengendap menjadi sebuah batuan. Contoh batuan ini adalah batu gamping, batubara, batu endapan rijang.
3. Batuan Sedimen Kimia
Jenis Batuan ini terbentuk saat kumpulan material terperangkap dalam suatu tempat dan kandungan mineral di tempat tersebut lama kelamaan menjadi jenuh kemudian mengeras membentuk sebuah batuan dengan proses kimiawi.
4. Batuan Sedimen Vulkanis
Batuan ini terbentuk akibat arus piroklastik, breksi vulkanik, breksi impact, dan proses lainnya. Namun proses pembentukan batuan ini sangat jarang terjadi.
Batuan Metamorf

Batuan metamorf atau disebut dengan batuan malihan adalah salah satu jenis batuan yang berasal dari batuan beku dan sedimen yang sudah ada (protolith) yang telah berubah baik fisik maupun kimianya. Protolith tersebut akan dikenai panas lebih dari 159 derajat celcius untuk bisa berubah menjadi batuan metamorf. Ada banyak jenis batuan metamorf yaitu:
1. Batuan Metamorf Kontak
Batuan ini mengalami perubahan akibat pengaruh suhu yang sangat tinggi. Suhu tersebut berasal dari magma bumi yang menyebabkan Batuan berubah bentuk hingga warna. Contoh batuan ini adalah batu marmer, batolit, lakolit, dan batuan sill.
2. Batuan Metamorf Regional
Merupakan kumpulan dari berbagai batuan malihan dalam jumlah dan ukuran yang cukup besar dan cakupannya luas. Sebagian besar batuan yang berada di kerak bumi merupakan jenis batuan metamorf akibat adanya tabrakan lempeng benua.
3. Batuan Metamorf Kataklastik
Batuan ini berasal dari adanya proses mekanisme deformasi mekanis. Ketika ada dua lempeng bumi saling bergesekan maka akan menghasilkan panas yang sangat tinggi. Pada bagian yang mengalami gesekan tersebut akan mengalami perubahan struktur.
4. Batuan Metamorf Tindihan
Batuan ini berasal dari proses penimbunan bebatuan hingga ke bagian yang sangat dalam dari kerak bumi kemudian mencapai suhu yang sangat panas. Jenis batuan ini bisa menjadi metamorf Regional jika mengalami perubahan suhu dan tekanan dalam waktu yang lama.
Itulah beberapa jenis batuan yang ada di bumi beserta turunannya yang bisa kita pelajari. Apabila Anda tertarik ingin mencari batu ukir untuk menambah dekoratif bangunan rumah makan Anda bisa mencarinya di tempat Batu Ukir Jogja Blessing Stone. Segala macam bentuk batu ukir tersedia dan bisa Anda pilih sendiri motif yang cocok untuk tema desain rumah Anda.
