Ukiran Karya Seni Khas Indonesia

Ukiran merupakan salah satu jenis karya seni yang dibuat dengan cara memahat, biaasanya bahan dalam membuat sebuah ukiran membutuhkan banyak alat seperti bahan yang akan dipahat biasanya bahan yang bersifat keras seperti besi dan kayu, dan alat untuk memahatnya bias memakai paku pahat serta palu. Masing masing alat memiliki fungsi tersendiri. Dalam memahat juga membutuhkan sebuah Teknik untuk membuatnya. Nah kali ini Batu Ukir Jogja akan berbagai semuanya tentang ukiran untuk anda. Yuk simak selengkapnya.

Seni ukiran merupakan seni yang dilakukan untuk membentuk gambar pada kayu, batu, atau bahan-bahan yang lain dengan cara membuat kruwikan (cekungan) dan buledan (bagian cembung) hingga tersusun suatu gambar yang indah.

Langkah-langkah pembuatan seni ukir antara lain:

  1. Penyiapan bahan

Jika kita mengukir kayu maka yang akan kita siapkan adalah kayunya. Jika yang kita ukir adalah batu maka kita harus menyiapkan batunya. Dan tentunya kayu atau batu yang akan kita ukir harus dipilih yang cocok, berkualitas atau mempunyai mutu yang tinggi jika ukiran sudah jadi.

  1. Menyediakan Alat Ukir

Alat yang nantinya akan digunakan untuk membuat ukiran kayu, yang disediakan adalah alat Рalat ukir seperti : gergaji, palu, Satu set pahat ukir yang terdiri dari: 20 buah pahat penuku + 10 buah pahat datar.  5 buah pahat kol + 3 buah pahat coret (kecil,sedang,besar), coping saw, scrol saw, Jing saw, batu asah, gerinda batu asah.

  1. Tahap – Tahap Dalam Mengukir

  • Membuat pola atau gambar yang akan diukir pada bahan yang digunakan
  • Nggetaki memindai garis pada lukisan atau pola pada kayu.
  • Ndasari yaitu tahap mencongkel dari bagian dasar dari luar motif agar lebih dalam.
  • Mbenangi yaitu membentuk benangan atau garis yang terdapat pada motif batang, daun, bunga membentuk garis lekukan pada daun dan bunga.
  • Cawen yaitu garis pada lekukan daun dan bunga.
  • Mbabari yaitu tahap terakhir merapikan atau membersihkan ukiran yang belum sempurna.
  1. Finishing

Finishing yaitu tahap akhir dari proses membuat ukiran. Pada tahap finishing  tahap yang membentuk penampilan dari karya ukiran misalnya ukiran menjadi bersih, halus, rata. Tetapi ukiran dapat dibentuk dengan penampilan kotor, antik, kuno bahkan seperti benda yang berusia ratusan tahun. Tahap finishing juga dapat menampilkan karya ukiran menjadi tidak rata, retak- retak, bertekstur juga dibuat dengan lapisan film yang tipis atau tebal. Finishing mempunyai peran yang sangat banyak dalam pembuatan karya seni ukir yang telah dikerjakan dengan menggunakan alat Рalat finishing yang khusus yang berbagai ragam jenisnya. Hasil ukiran atau hasil finishing serta kualitasnya tergantung pada pembuatnya.

Seperti telah disinggung di atas bahwa hasil ukiran kayu sangat dipengaruhi oleh seorang pengukirnya. Apabila seorang pengukir yang masih pemula biasanya terlihat dari ketidakrapian di bagian-bagian yang cukup rumit misalnya disudut lemahan di dasar ukiran, di bagian benangan dan cawenan serta ketepatan bentuk cekung dan cembungnya. Jadi hasil ukiran kayu yang dapat kita lihat sekaligus kita bisa memprediksi keahlian seorang pengukirnya. Ketajaman garis, dan kelurusan kedalaman suatu permukaan akan terasa bila kita telah melihat tanpa adanya goresan-goresan kasar.

Seorang pengukir yang sudah dalam kategori ahli (expert) segala bentuk, keluwesan dan kebersihan permukaan lemahan menjadi ukuran keberhasilan dalam pengukiran kayu karena kadang-kadang terjadi pengukiran bentuk ornamen atau ragam hiasnya bagus tetapi dalam pelaksanaan lemahan atau dasaran ukiran tidak bersih. Ini termasuk hasil ukiran yang kurang berhasil. Untuk menghasilkan ukiran kayu yang baik dan bermutu tinggi memang diperlukan kekuatan penguasaan teknik ukir dan ketajaman alat setiap saat.

Penguasaan teknik tersebut meliputi: teknik pengerjaan yang berhubungan dengan ketepatan/ketajaman bentuk dan kecepatan penyelesaian. Sedangkan ketajaman alat meliputi: penguasaan perbaikan/pemeliharaan alat(maintenance). Apabila seorang pengukir kayu tidak memperhatikan hal yang terakhir ini, besar kemungkinan yang muncul adalah kejenuhan dalam pengerjaan, karena pahat tidak tajam dan banyak yang rusak. Hal ini bisa menimbulkan sistem pengerjaan yang berulang-ulang dan hasil kurang maksimal yang lebih parah lagi secara psikis seorang pengukir menjadi cepat Lelah (losses power).

Blessing Stone merupakan salah satu UKM yang bergerak dibidang penjualan dan jasa pembuatan batu paras ukir jogja, produk produk dari Blessing Stone merupakan produk yang memiliki kualitas tinggi, anda dapat memesan secara langsung dilaman resmi website batuukirjogja.com