Di bumi, ada banyak jenis siklus atau daur seperti daur hidrologi, daur oksigen, daur posfor, dan begitu pula pada pun benda geologis seperti daur batuan atau siklus batuan. Batuan yang ada di bumi saat ini berasal dari satu sumber utama yaitu magma. Magma ini berasal dari dalam perut bumi. Batuan tersebut selalu bergerak dalam sebuah siklus yang simultan dan berlangsung sejak dahulu. Ada siklus batuan yang terjadi dengan cepat namun ada pula yang berlangsung memakan waktu bejuta tahun lamanya.
Pengertian Magma

Dasar untuk memahami siklus batuan adalah magma. Magma material dari dalam perut bumi yang bersuhu sangat panas dan merupakan campuran batuan cair dengan batuan semi cair sehingga berbentuk cairan magma yang viscous. Beberapa campuran ini biasanya terdiri atas 4 unsur yaitu dasar cairan terpanas yang disebut lelehan, mineral yang berasal dari kristalisasi lelehan magma, batuan padat, serta gas terlarut.
Ada 3 jenis lapisan penyusun bumi yakni inti bumi, mantel bumi dan kerak bumi. Inti bumi merupakan pusat bumi yang bersuhu sangat panas. Mantel bumi merupakan lapisan tebal pada bagian tengah. Kerak bumi merupakan bagian terluar lapisan bumi sebelum atmosfer dan merupakan lapisan yang ditinggali makhluk hidup.
Magma asalnya dari unsur antara lapisan mantel dan kerak bumi. Sebagian besar lapisan kerak dan mantel bumi berbentuk padatan. Adanya magma antara keduanya memiliki peran penting untuk membantu kita mempelajari fenomena geologis dan morfologis pada lapisan mantel bumi. Alasannya adalah karena pergerakan magma sering terjadi karena pengaruh pergerakan lempeng pada lapisan mantel bumi.
Suhu dasar magma yang paling panas adalah sekitar 700°C hingga -1.300°C. Suhu yang ekstrim ini akan membentuk magma menjadi suatu zat yang bentuknya cair dan bersifat dinamis. Karena sifatnya hang cair dan dinamis ini akan membuatnya mudah bergerak dan membentuk bentang alam baru. Jenis pergerakan magma ada 2 yaitu intrusi dan ekstrusi.
Intrusi magma merupakan proses keluarnya magma dari inti bumi yang bergerak dengan gaya dan tekanan yang kurang kuat sehingga tidak samai keluar ke permukaan bumi. Magma ini akan membeku sebelum sampai ke permukaan bumi dan menjadi batuan di dalam kerak bumi.
Ekstrusi magma merupakan proses keluarnya magma dengan kekuatan yang cukup besar hingga lava keluar ke permukaan bumi melalui peristiwa vulkanis seperti erupsi gunung berapi. Pada pergerakan ini magma akan membeku di atas permukaan bumi.
Pengertian Siklus Batuan

Siklus batuan merupakan perputaran fase bentuk batuan yang saling berhubungan satu sama lain antara magma, batuan beku batuan sedimen, dan batuan metamorf atau malihan hingga kembali lagi ke asalnya yaitu magma. Tidak seperti air pada siklus hidrologi atau karbon pada siklus karbon, tidak semua batuan merasakan adanya perubahan. Ada jenis batuan yang memang berbentuk seperti itu dari awal proses pembentukannya tidak berubah. Formasi batuan yang tidak berubah ini disebut dengan kraton.
Tahap-Tahap Siklus Batuan

Magma terbentuk secara alami berjuta-juta tahun lamanya dan menjadi material utama pembentuk inti bumi. Tempat keberadaan magma ini disebut dapur magma. Bentuk magma ini cair dan dinamis terus bergerak menuju tempat yang lebih rendah suhu dan tekanannya. Saat menuju ke tempat bersuhu rendah kelamaan magma akan mulai ter kristalisasi dan membeku hingga akhirnya terbentuklah batuan beku.
Batuan yang membeku di dalam permukaan bumi disebut batuan beku intrusif contohnya batu granit dan diorit. Sedangkan magma yang membeku di luar permukaan bumi membentuk batuan beku ekstrusif misalnya batu basal dan andesit.
Setelah terbentuk batuan beku maka lama kelamaan batuan tersebut akan melapuk karena faktor cuaca seperti terpaan angin, air, atau tenaga mekanis lainnya. Batuan beku yang paling pertama melapuk adalah jenis batuan beku ekstrusif karena langsung terpapar oleh pengaruh cuaca. Material batuan yang melapuk ini akan berpindah tempat terbawa oleh angin, air, atau gletser kemudian berhenti di tempat tertentu dan kelaman menumpuk mengeras membentuk batuan sedimen.
Sementara itu untuk jenis batuan beku intrusif akan terus bergerak naik ke permukaan bumi akibat tenaga tektonik dan vulkanik. Hingga sampai ke luar permukaan bumi maka batuan ini lama kelamaan juga akan melapuk karena faktor pelapuk dan partikel yang terbawa hingga menumpuk menjadi batuan sedimen.
Apabila batuan beku intrusif tidak sukses keluar permukaan bumi maka ia malah akan terkubur makin dalam karena tekanan dari atas dan ia kalah. Makin dalam posisi batuan ini maka tekanan dan suhu juga akan makin besar. Oleh karena pengaruh suhu dan tekanan yang tinggi ini menyebabkan batuan beku mengalami perubahan pada fisik sekaligus kimiawinya hingga terbentuklah batuan metamorf atau malihan.
Batuan sedimen juga bisa berubah menjadi batuan malihan apabila ia berada pada posisi semakin dalam menuju dalam bumi. Akibat pengaruh suhu dan tekanan yang tinggi ia akan berubah struktur fisik dan kimia hingga menjadi batuan metamorf. Batuan sedimen nyatanya juga bisa melapuk kembali dan material yang terlapuk dapat membentuk batuan sedimen baru dengan sifat sama dengan batuan asalnya atau bahkan bisa berubah sifat karena berbagai faktor.
Batuan metamorf ini juga bisa melapuk hingga menjadi batuan sedimen. Namun jika posisinya semakin dalam menuju pusat bumi maka lama kelamaan batuan akan terkena panas bersuhu tinggi hingga berubah kembali menjadi magma.
Itulah siklus batuan yang terjadi di bumi. Siklus batuan ini terjadi sejak jutaan tahun yang lalu dan berlangsung hingga saat ini sampai berjuta tahun kemudian. Secara singkat siklus batuan yakni magma, batuan beku, batuan sedimen, batuan metamorf, dan kembali menjadi bentuk magma.
Apabila Anda membutuhkan batu alam untuk kepentingan dekoratif bangunan maka Anda bisa mencarinya di Batu Ukir Jogja Blessing Stone. Batu yang digunakan berasal dari pegunungan Batu kapur di Gunungkidul. Seniman pemahatnya juga sudah berpengalaman bertahun-tahun sehingga tidak akan mengecewakan pesanan yang Anda minta.
