Apakah Anda sedang mencari informasi tentang batuan andesit? Berikut akan kami beri penjelasan tentang hal tersebut.
Lapisan bumi tersusun atas berbagai jenis batuan yang berasal dari sumber yang sama yakni magma. Magma merupakan material cair panas yang keluar dari dalam perut bumi dan mengandung berbagai mineral. Material yang sangat panas ini terus bergerak karena adanya tekanan dari dalam inti bumi dan ke luar menuju keluar permukaan bumi secara intrusi dan ekstrusi.
Siklus batuan dimulai dari magma yang keluar dari perut bumi yang mengakibatkan adanya suhu dan tekanan berbeda pada setiap magma yang memiliki posisi berbeda. Perbedaan suhu dan tekanan ini akan mengakibatkan magma mengalami kristalisasi dan mendingin hingga terbentuklah batuan beku. Walaupun demikian, ada banyak kondisi yang mempengaruhi terbentuknya batuan beku. Kristalisasi magma yang sama sekalipun juga akan membentuk batuan beku yang memiliki karakter berbeda-beda. Salah satu jenis batuan beku adalah batuan andesit yang akan kita bahas dalam artikel ini.
Pengertian Batuan Andesit

Kata andesit diadopsi dari nama Pegunungan Andes di Amerika Selatan. Alasannya adalah karena jenis batuan andesit banyak ditemukan di dekat pegunungan terpanjang di dunia tersebut. Batu andesit yang berada di Pegunungan Andes terbentuk sebagai lava “interbeded” bersamaan dengan deposit abu vulkanik (ash) dan tuff pada sisi stratovulcano yang curam.
Nama lain dari batuan ini adalah lavastone. Batuan ini tersusun atas mineral-mineral yang halus (fine-grained), dan memiliki kandungan silika yang persentasenya lebih tinggi dari batu basal serta lebih rendah dari batu rhylolite dan felsite.
Para peneliti mengklarifikasikan batuan andesit ke dalam jenis batuan beku ekstrusif. Hal ini karena walaupun terbentuknya batuan endosit berlangsung di bawah permukaan bumi, namun umumnya batuan endosit terbentuk di permukaan bumi dari magma yang keluar ke permukaan bumi akibat letusan gunung berapi.
Kandungan Mineral dan Morfologi Batuan Andesit

Jenis Batuan Andesit terbentuk dari magma yang bersuhu antara 900-1.100°C. Kandungan mineral pada batu andesit ini cukup banyak dan sifatnya mikroskopis. Beberapa mineral yang terkandung dalam batu andesit antara lain: Silika (SiO2) sebesar 52-63 %, Kuarsa sebesar 20%, Biotite, Basalt, Feltise, Plagiocase feldspar, Pyroxene (clinopyroxene dan orthopyroxene), dan Hornblende dengan persentase paling kecil.
Morfologi batuan andesit di lapangan dicirkan dengan warna abu-abu hingga merah. Warna inilah yang menjadi penunjuk adanya kandungan silica yang lumayan besar. Ciri morfologi lainnya dari batu andesit adalah memiliki pori-pori yang cukup padat dengan struktur batuan yang paling pejal. Namun struktur kepadatan yang dimiliki oleh batu andesit masih dibawah batuan granit.
Batuan andesit berbentuk kristalin dan terdiri atas bermacam-macam kristal mineral. Oleh karenanya makan dapat diidentifikasikan sejarah perjalanan magma dari kristalin yang terkandung pada batuan tersebut. Ada 2 jenis ukuran kristal penyusun batuan andesit yakni Ferokris dan Ground mass. Perbedaan ini akibat magma yang keluar ke permukaan bumi belum sempat terkristal akan terkristal dengan cepat akibat suhu permukaan bumi yang rendah.
- Fenokris merupakan bentuk kristal besar yang terbentuk perlahan sedari magma berada di dalam permukaan bumi.
- Groundmass merupakan bentuk kristal yang berukuran kecil yang terbentuk sangat cepat di permukaan bumi.
Pada umumnya, jenis kristal-kristal dalam batuan andesit seragam (Fenokris saja atau Groundmass saja). Namun terdapat kejadian dimana, batuan andesit berisi keduanya, baik fenokris maupun groundmass. Batuan andosit dengan ciri-ciri laksana ini dinamakan Andosit Porfiri.
Walaupun umumnya batuan andesit berwarna abu-abu namun akibat faktor cuaca tertentu mengakibatkan warnanya menjadi coklat tua. Untuk itu guna mengetahui jenis batuan makan diperlukan penelitian lebih lanjut berdasarkan analisis kimia untuk mengetahui kandungan mineral di dalamnya.
Proses Pembentukan Batuan Andesit

Terbentuknya batuan andesir biasanya terjadi karena erupsi gunung berapi. Lava yang naik menuju ke permukaan bumi akan mendingin dengan cepat dan membuat teksturnya halus. Ada beberapa situasi yang mendorong terbentuknya batu andesit misalnya akibat proses pelehan/pencairan lempeng samudra karena dampak subduksi. Subduksi ini mengakibatkan sumber magma naik dan membeku menjadi batuan beku. Oleh karenanya sering kita jumpai jenis batu andesit di atas zona subdiksi dan menjadi batuan umum penyusun kerak benua.
Manfaat Batuan Andesit

1. Kebutuhan Konstruksi
Biasanya jenis batu andesit bisa digunakan untuk pembangunan jembatan, jalan raya, landasan terbang, pelabuhan, gedung, dan lain sebagainya. Material batuan yang digunakan biasanya telah berbentuk agregat dari pertambangan. Alasan penggunaan Batuan ini adalah karena kekuatannya yang tahan lama terhadap pengaruh cuaca. Tidak semua batu andesit dapat digunakan untuk kebutuhan kontruksi. Harus ada pengujian terhadap batuan berupa uji powerful tarik, tekan, geser, densitas, berat jenis, dan masih banyak lagi.
2. Kebutuhan Estetika
Jika batu andesit tidak lolos uji untuk kebutuhan konstruksi, maka sisa batuan tersebut akan dipotong menurut ukuran tertentu kemudian dipahat dan diamplas menjadi dimension stone. Dimension stone ini biasanya untuk kebutuhan estetika misalnya ornamen dinding, lantai dan hiasan dekoratif lainnya.
Itulah penjelasan mengenai apa itu batuan andesit. Apabila Anda sedang membutuhkan batu alam untuk dekorasi rumah maka Anda bisa menemukannya di Batu Ukir Jogja Blessing Stone. Sentra kerajinan batu ukir ini telah berdiri bertahun-tahun memenuhi kebutuhan konsumen akan batu ukir. Untuk info selengkapnya Anda bisa mengunjungi website Batu Ukir Jogja
